Kepala BMKG Ingatkan Pentingnya Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Pada Pembukaan Rekonsiliasi Keuangan Balai Besar MKG Wilayah III

Balikpapan – Minggu 17/8 dalam rangka migrasi SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) yang akuntabel dan transparan serta meningkatkan penyusunan laporan keuangan yang berkualitas serta memastikan sistem belanja modal yang sudah terinput di SIMAK – BMN Balai Besar MKG wilayah III Denpasar menyelenggarakan kegiatan Rekonsiliasi keuangan semester I tahun 2022 di Jatra hotel.

Kegiatan yang mengambil tema “Sukseskan Migrasi SAKTI dan Pertahankan Opini WTP melalui Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2022 yang Akuntabel dan Berkualitas” diharapkan menghasilkan laporan akuntabilitas pelaksanaan dan penggunaan anggaran harus teruji sehingga dihasilkan laporan keuangan yang akuntabel sebagai rangkaian tahapan bahan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan BMKG Semester I TA. 2022.

Kegiatan dibuka Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang dalam sambutannya menjelaskan bahwa pada sambutan kali ini saya menegaskan kepada para KUPT agar lebih cepat dan tanggap terhadap informasi perubahan cuaca dan iklim yang saat ini semakin berubah dengan cepat.

Saat ini menurut forum ekonomi global dalam global risk tahun 2022 diidentifikasi bahwa cuaca ekstrim dan aksi klimat menempati urutan pertama dan kedua dalam skala global untuk 10 tahun ke depan. Ini merupakan tugas utama dari BMKG, cuaca ekstrim, mitigasi adaptasi perubahan iklim itu semua adalah tugas pokok BMKG setiap hari untuk melakukan monitoring, pemodelan proyeksi, prediksi dan peringatan dini kepada masyarakat.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian secara global, yang apabila lemah akan berdampak terancamnya ketahanan pangan, sehingga berpotensi runtuhnya keutuhan bangsa Indonesia.

Melalui forum ini saya sampaikan betapa pentingnya peran BMKG dalam skala dunia, sehingga kita harus cepat dan tanggap terhadap aksi, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang terjadi.

Lalu bagaimana kita meyiasati hal tersebut dengan cepat? berikan motivasi dan dukungan penuh kepada pegawai untuk menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi untuk belajar pemodelan yang lebih update, karena itulah aset utama agar BMKG lebih memiliki daya saing global ke depannya, lain daripada itu tingkatkan dan perluas kerjasama dengan Universitas baik dalam dan luar negeri, agar SDM BMKG bisa mengikuti program pendidikan dengan lebih mudah dan cepat, Ujar Dwikorita.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama dengan Universitas Mulawarman dan Institut Kalimantan sebagai langkah awal peningkatan kapasitas SDM di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *