Antisipasi Serangan Siber, BMKG Luncurkan BMKG-CSIRT

Bogor – Senin (6 Juni 2022), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan Tim Respon Insiden Keamanan Komputer CSIRT guna memperkuat pelayanan data dan informasi, peringatan dini kepada masyarakat berkenaan dengan bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa aspek informasi dan informasi wajib dilindungi dari serangan tidak bertanggung jawab.

“Menurut Kebijakan Keamanan Informasi BMKG, seluruh data dan informasi milik BMKG yang digunakan melalui layanan jaringan harus dilindungi dari penyalahgunaan, modifikasi, pencurian, atau perusakan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal,” ujarnya usai peluncuran tim BMKG CSIRT di Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022),

Proses perlindungan terhadap informasi tersebut, kata dia, harus dikelola dengan baik sehingga informasi yang dihasilkan dapat terjaga kerahasiannya, keakuratannya dan ketersediannya secara efektif.

Dwikorita mengatakan keamanan siber perlu dikelola dengan baik untuk menjamin perlindungan terhadap data dan informasi yang dikirimkan melalui jaringan dan infrastruktur pendukung jaringan lainnya.

BMKG, lanjut dia, mendapatkan skor 3.79 pada Pengukuran Tingkat Maturitas Penanganan Insiden Siber oleh tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Maka pada tahun ini BMKG dapat memenuhi syarat untuk membentuk BMKG-CSIRT

Dwikorita menerangkan bahwa tim BMKG-CSIRT adalah tim tanggap insiden yang bertanggungjawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan serta aktivitas insiden keamanan siber. Tim ini dibentuk dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem, jaringan komunikasi, data serta informasi atas insiden keamanan siber yang terjadi pada organisasi.

Lewat BMKG-CSRIT, tambah dia, memungkinkan dilakukan mitigasi dan respon secara strategis terkait dengan keamanan siber. Selain itu, tim ini dapat membangun saluran komunikasi yang dapat dipercaya, sekaligus memberikan peringatan dini pada masyarakat termasuk kementerian/lembaga tentang dampak yang akan dan sudah terjadi.

“Dengan semakin banyaknya CSIRT yang terbentuk pada sektor pemerintah, diharapkan akan dapat membangun kemandirian dan kesiapan dalam menghadapi ancaman insiden siber di BMKG itu sendiri serta berkontribusi langsung dalam menjaga keamanan siber di Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *